Ar-Rahman Project cover

Ar-Rahman Project

ROZI IRFAN ROSYADHI

Al HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl Hikma

Al HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl HikmaAl Hikma

Ayat Ruqyah Verse for Ruqyah Jin or Syaitan in our body

0:00 0:00

Episode

Ayat Ruqyah Verse for Ruqyah Jin or Syaitan in our body 26 Jan 2021

Ayat Ruqyah Verse for Ruqyah Jin or Syaitan in our body Ayat Ruqyah Verse for Ruqyah Jin or Syaitan in our body Ayat Ruqyah Verse for Ruqyah Jin or Syaitan in our body Ayat Ruqyah Verse for Ruqyah Jin or Syaitan in our body Ayat Ruqyah Verse for Ruqyah Jin or Syaitan in our body Ayat Ruqyah Verse for Ruqyah Jin or Syaitan in our body

Verse Quran about Heart, Intellect and Lust (Ayat Alquran tentang Hati, Pikiran dan Nafsu ) 19 Jan 2021

Verse Quran about Heart, Intellect and Lust (Ayat Alquran tentang Hati, Pikiran dan Nafsu ) Verse Quran about Heart, Intellect and Lust (Ayat Alquran tentang Hati, Pikiran dan Nafsu ) Verse Quran about Heart, Intellect and Lust (Ayat Alquran tentang Hati, Pikiran dan Nafsu ) Verse Quran about Heart, Intellect and Lust (Ayat Alquran tentang Hati, Pikiran dan Nafsu ) Verse Quran about Heart, Intellect and Lust (Ayat Alquran tentang Hati, Pikiran dan Nafsu ) Verse Quran about Heart, Intellect and Lust (Ayat Alquran tentang Hati, Pikiran dan Nafsu )

Rozi Irfan R - QS Al Qomar 28 Dec 2020

Rozi Irfan R - QS Al Qomar Rozi Irfan R - QS Al Qomar Rozi Irfan R - QS Al Qomar Rozi Irfan R - QS Al Qomar Rozi Irfan R - QS Al Qomar Rozi Irfan R - QS Al Qomar Rozi Irfan R - QS Al Qomar Rozi Irfan R - QS Al Qomar Rozi Irfan R - QS Al Qomar Rozi Irfan R - QS Al Qomar Rozi Irfan R - QS Al Qomar

Rozi Irfan R - QS Al Waqiah 28 Dec 2020

Rozi Irfan R - QS Al WaqiahRozi Irfan R - QS Al WaqiahRozi Irfan R - QS Al WaqiahRozi Irfan R - QS Al WaqiahRozi Irfan R - QS Al WaqiahRozi Irfan R - QS Al WaqiahRozi Irfan R - QS Al WaqiahRozi Irfan R - QS Al WaqiahRozi Irfan R - QS Al Waqiah

Rozi Irfan R - QS Ar Rahman 28 Dec 2020

Rozi Irfan R - QS Ar Rahman Rozi Irfan R - QS Ar Rahman Rozi Irfan R - QS Ar Rahman Rozi Irfan R - QS Ar Rahman Rozi Irfan R - QS Ar Rahman Rozi Irfan R - QS Ar Rahman Rozi Irfan R - QS Ar Rahman

Rozi Irfan R - QS Az Zumar 68-75 26 Dec 2020

Surat Favorit

MENENG, ANTENG, SENENG (DIAM, TIDAK MENANGIS/TIDAK BERPERGIAN, BAHAGIA/ SENANG) 21 Oct 2020

PARENTING

Rozi Irfan R- QS Surah Al-Munafiqun 22 Aug 2020

Surah Al-Munafiqun (bahasa Arab:المنافقون) adalah surah ke-63 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Madaniyah, terdiri atas 11 ayat. Dinamakan Al Munaafiqun yang berarti Orang-orang yang munafik karena surat ini mengungkapkan sifat-sifat orang-orang munafik. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Apabila golongan munafik datang kepadamu, mereka mengatakan: "Kami bersaksi bahwa kamu benar-benar seorang Rasul Allah." Dan Allah mengetahui bahwa kamu memang RasulNya. Dan Allah yang bersaksi bahwa golongan munafik benar-benar kaum pendusta, mereka itu mempergunakan ikrar-ikrar mereka sebagai tameng perisai lalu mereka itu menghalangi Ketentuan Allah, betapa jahat yang mereka perbuat itu, hal demikian disebabkan mereka beriman kemudian mengingkar lalu kalbu mereka mengeras; sehingga mereka tidaklah memahami dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan dirimu kagum, dan apabila mereka berkata-kata, kamu dengarkan perkataan mereka, mereka seakan-akan kayu yang tersandar, mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan keras ditujukan kepada mereka; mereka itulah golongan musuh, maka waspadalah terhadap mereka itu, semoga Allah melenyapkan mereka, bagaimanakah mereka sampai dapat dipalingkan? dan apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah supaya Rasul Allah memohonkan pengampunan untuk kalian" maka mereka memalingkan muka mereka serta kalian melihat mereka menjauh seraya mereka menyombongkan diri bahwa sama saja bagi mereka, baik kamu mohonkan pengampunan untuk mereka maupun tidak kamu mohonkan pengampunan untuk mereka, Allah tidak akan mengampuni mereka, sungguh Allah tidaklah membimbing golongan yang fasik. (Ayat:1-6) Terdapat orang-orang yang mengatakan: "Janganlah kalian berinfaq kepada orang-orang yang ada di sisi Rasulullah supaya orang-orang itu menjauh." Padahal Milik Allah, perbendaharaan langit maupun bumi, walaupun golongan munafik tidaklah memahami; mereka berkata: "Sungguh apabila kita telah kembali ke Madinah, tentu golongan yang berwenang akan mengusir orang-orang yang lemah darisana." Padahal kewenangan hanyalah berada pada Allah, pada RasulNya, maupun pada orang-orang beriman, walaupun golongan munafik tidaklah memahami. (Ayat:7-8) Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta benda kalian maupun anak-anak kalian dapat mengalihkan kalian dibanding mengingat Allah; maka barangsiapa yang justru memperbuat demikian maka mereka itulah golongan yang celaka serta sisihkan sebagian hal yang telah Kami anugerahkan kepada kalian sebelum Maut menjumpai salah seorang dari kalian kalian hingga ia berkata: "Wahai Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan diriku untuk sementara waktu, supaya aku dapat bershadaqah serta aku termasuk golongan yang shaleh?" namun Allah takkan menangguhkan seseorang apabila batas yang ditetapkan telah tiba. Dan Allah Maha Memahami hal-hal yang kalian perbuat. (Ayat:9-11)

Rozi Irfan R- QS Surah Al-Jumu’ah 22 Aug 2020

Surah Al-Jumu’ah (bahasa Arab:الجمعة) adalah surah ke-62 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 11 ayat. Dinamakan Al Jumu’ah yang bukan berarti hari jum’at, akan tetapi secara bahasa bermakna hari perkumpulan diambil dari perkataan Al-Jumu’ah (Jama`) yang terdapat pada ayat ke-9 surat ini. Al-Jumu'ah tidak menjelaskan secara langsung dalam bahwa suatu hari ibadah bagi kaum laki-laki diadakan di setiap pekan, meski banyak penafsiran aliran islam yang menerapkan ibadah semacam ini. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Apapun yang berada di langit beserta yang berada di bumi memuja-muji Allah, Sang Raja, Yang Maha Kudus, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Bijaksana; Dialah yang membangkitkan dalam kalangan ummi, seorang Rasul dari tengah-tengah kalangan tersebut yakni orang yang menyiarkan ayat-ayatNya kepada kalangan tersebut supaya memurnikan kalangan tersebut juga supaya ia mengajarkan Al-Kitab beserta Hikmah kepada kalangan tersebut; sebelum itu kalangan tersebut berada dalam kesesatan parah, demikian pula kepada golongan lain yang terasing dari kalangan tersebut; sungguh Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana; Demikianlah karunia Allah, Dia karuniakan untuk orang yang Dia perkenan; sungguh Allah memiliki karunia yang luar biasa. (Ayat: 1-4) Perumpamaan orang-orang yang dipercayakan Taurat untuk mereka kemudian orang-orang itu tiada menerapkannya adalah serupa seekor keledai yang mengangkut kitab-kitab tebal, betapa buruk perumpamaan tentang kaum yang menolak ayat-ayat Allah. Dan Allah tidaklah membimbing golongan yang zalim. (Ayat: 5) Katakanlah: "Wahai orang-orang yang menganut Yahudi, jika kalian mengklaim diri bahwa kalian merupakan kekasih-kekasih Allah dibanding umat manusia yang lain; maka segerakan kematian kalian apabila kalian adalah golongan yang benar!" orang-orang itu tiada akan menghendaki perkara itu sampai selamanya lantaran kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri; Sungguh Allah Maha Mengetahui tentang golongan yang zalim. (Ayat: 6-7) Katakanlah: "Bahwasanya Maut yang hendak kalian hindari terhadapnya; maka Maut itu pasti menjumpai kalian; kemudian diri kalian akan dikembalikan kepada Yang Maha Mengetahui perkara yang ghaib maupun perkara yang tampak, lalu Dia jelaskan kepada kalian tentang hal-hal yang telah kalian perbuat" (Ayat:8) Wahai orang-orang beriman, apabila diseru untuk shalat bersama-sama maka bergegaslah untuk mengingat Allah, serta hendaklah meninggalkan kesibukan, demikian itu merupakan lebih baik untuk kalian sekiranya kalian mengetahui, sewaktu shalat telah terselesaikan maka bertebaranlah kalian di muka bumi; serta carilah karunia Allah, maka hendaklah kalian sering mengingat Allah supaya kalian berhasil. (Ayat: 9-10) Sementara apabila mereka melihat perniagaan atau kesenangan, mereka bersegera menghampiri hal demikian itu lalu mereka tinggalkan kamu seorang diri, maka katakanlah: "Apa yang di sisi Allah adalah yang terbaik dibanding kesenangan serta dibanding perniagaan, sebab Allah merupakan Pemberi rezeki terbaik." (Ayat: 11)

Rozi Irfan R- QS Surah Al- Al-Hasyr 22 Aug 2020

Surah Al-Hasyr (Arab: الحشر, "Pengusiran") adalah surah ke-59 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 24 ayat. Dinamakan Al Hasyr yang berarti pengusiran diambil dari perkataan Al Hasyr yang terdapat pada ayat ke-2 surat ini. Di dalam surat ini disebutkan kisah pengusiran suatu suku Yahudi yang bernama Bani Nadhir yang berdiam di sekitar kota Madinah. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Mempermuliakan Allah, segala hal yang berada di langit maupun di bumi; serta Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana. (Ayat:1) Dialah yang telah mengusir orang-orang kafir dalam golongan pewaris Kitab dari kediaman-kediaman orang-orang itu pada saat pengusiran pertama, kalian tidak menduga bahwa orang-orang itu terusir sekalipun orang-orang itu meyakini bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan diri terhadap Allah; maka Allah menjerat orang-orang itu melalui cara yang tiada orang-orang itu bayangkan serta Dia memenuhi kalbu orang-orang itu dengan perasaan kegelisahan; orang-orang itu menghancurkan rumah mereka melalui tangan mereka sendiri serta melalui tangan orang-orang beriman; oleh sebab itu perhatikanlah, wahai kaum yang mengamati; bahwa sekiranya Allah tidak menimpakan hukuman pengusiran terhadap orang-orang itu, tentu Allah mengazab orang-orang itu di dunia beserta Azab Neraka menimpa orang-orang itu di Akhirat, hal yang demikian disebabkan mereka menentang Allah beserta RasulNya, barangsiapa menentang Allah, ketahuilah bahwa Allah sangat bertindak keras dalam Menghukum. (Ayat:2-4) Apa saja yang kamu tebang dari pohon-pohon kurma maupun segala yang kamu biarkan berdiri di atas pokok tanaman itu, maka hal tersebut merupakan atas izin Allah; sebab Dia hendak menimpakan kehinaan kepada orang-orang fasik. Bahwa harta rampasan apapun yang dikaruniakan Allah kepada RasulNya dari kaum itu, maka untuk mendapatkan itu kalian tidak mengerahkan seekor kuda tidak pula seekor unta pun, melainkan Allah mengaruniakan kekuasaan kepada RasulNya berupa hal apapun yang Dia kehendaki; sungguh Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu. harta rampasan apapun yang dikaruniakan Allah kepada RasulNya, dari penduduk kaum itu maka hal tersebut merupakan untuk Allah, untuk Rasul, untuk kaum kerabat, untuk anak-anak yatim, untuk kaum miskin beserta kaum pengembara, supaya kelimpahan harta itu jangan beredar di tengah-tengah kaum kaya saja di kalangan kalian; apapun yang dikaruniakan Rasul kepada dirimu, maka terimalah; bahwa apapun yang ia larang kepada dirimu, maka tinggalkanlah, serta bertakwalah kepada Allah; sungguh Allah bertindak keras dalam Menghukum. bahwa untuk golongan fakir yang berhijrah setelah diusir dari kampung halaman maupun dari harta benda mereka yang semata mengharap karunia dari Allah serta perkenanNya, bahwa mereka membela Allah beserta RasulNya; mereka itulah golongan yang benar. (Ayat: 5-8)

Rozi Irfan R- QS Surah Al-Mumtahanah 22 Aug 2020

Surah Al-Mumtahanah (bahasa Arab:الممتحنة, "Perempuan Yang Diuji") adalah surah ke-60 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 13 ayat. Dinamakan Al Mumtahanah yang berarti Wanita yang diuji di ambil dari kata "Famtahinuuhunna" yang berarti maka ujilah mereka, yang terdapat pada ayat 10 surat ini. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Wahai orang-orang yang beriman, jangan menganggap musuh-musuhKu serta musuh-musuh kalian sebagai kawan, yang sebelumnya kalian sampaikan persahabatan kepada mereka; padahal mereka itu telah membantah Kebenaran yang datang kepada kalian, mereka mengusir Rasul bersama kalian sewaktu kalian beriman kepada Allah, Tuhan kalian, bahwasanya kalian bersedia berkorban untuk KetentuanKu serta mengharap PerkenanKu. Dan kalian bercakap-cakap secara rahasia dengan mereka,: "Aku lebih mengetahui tentang hal-hal yang kalian sembunyikan maupun hal-hal yang kalian ungkapkan." Dan barangsiapa di antara kalian yang melakukan hal semacam ini, sesungguhnya ia telah tersesat terhadap Ketentuan yang tepat, jika mereka menangkap kalian niscaya mereka bertindak sebagai musuh terhadap kalian serta mengulurkan tangan dan lidah mereka untuk menyakiti; serta mereka ingin supaya kalian menjadi kafir. (Ayat:1-2) Kaum kerabat maupun anak-anak kalian tidaklah berguna untuk kalian pada Hari Kebangkitan, Dialah yang akan memisahkan kalian. Dan Allah Maha Mengawasi hal-hal yang kalian perbuat. (Ayat:3) Sungguh terdapat teladan yang baik untuk kalian pada diri Ibrahim beserta orang-orang yang menyertai ia, ketika berkata kepada kaum mereka: "Sungguh kami memisahkan diri terhadap kalian maupun hal-hal yang kalian sembah selain Allah, kami mengingkari kalian serta telah terbukti di antara kami dengan kalian terdapat permusuhan juga kebencian untuk selamanya, terkecuali kalian beriman kepada Allah semata." terkecuali ucapan Ibrahim terhadap bapaknya: "Sungguh aku akan memohonkan ampunan untukmu walau aku sedikitpun tak kuasa terhadap hal yang Allah kehendaki kepadamu". : "Wahai Tuhan kami, kepada Engkau, kami menaruh kepercayaan; serta kepada Engkau, kami berpihak, dan menuju Engkau merupakan ujung perjalanan; Wahai Tuhan kami, jangan kiranya Engkau jadikan kami sebagai fitnah bagi orang-orang kafir; serta kiranya ampuni kami Wahai Tuhan kami, sungguh Engkaulah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana" sungguh pada diri mereka terdapat teladan yang baik untuk kalian; orang-orang yang mengharapkan Allah beserta Hari Akhir. Dan barangsiapa yang bersikap enggan, maka sungguh Allah, Dialah Yang Maha Kaya, Maha Terpuji. (Ayat:4-6) Semoga Allah menghadirkan kerukunan antara kalian dengan orang-orang yang kalian musuhi di kalangan mereka; sebab Allah adalah Yang Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Ayat:7)

Rozi Irfan R - QS Al Qiyamah 21 Aug 2020

Surah Al-Qiyamah (Arab: القيمة, "Hari Kiamat") adalah surah ke-75 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 40 ayat, termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-Qari'ah. Kata Al-Qiyamah (hari kiamat) diambil dari perkataan Al-Qiyamah yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Aku bersumpah demi Hari Kiamat, serta Aku bersumpah demi jiwa yang amat menyesali; Apakah umat manusia menduga bahwa Kami tak bisa merekatkan tulang-belulang mereka? maka ketahuilah bahwa Kami sanggup menyamakan hingga tiap ujung jari-jemari mereka. (Ayat:1-4) Bahkan manusia ingin bertindak sembarangan setiap saat, manusia itu mempertanyakan: "Kapan Hari Kebangkitan?" Bahwasanya ketika penglihatan terguncang; serta ketika bulan meredup, serta ketika matahari beserta bulan dipadukan, pada Hari itu umat manusia berseru: "Kemana tempat berlindung?":"Mustahil! tiada tempat yang aman! pada Hari itu menghadap kepada Tuhanmu merupakan akhir perjalanan" bahwa pada Hari itu dijelaskan kepada manusia tentang hal-hal yang telah ia capai beserta hal-hal yang telah ia tinggalkan bahkan manusia itu menjadi bukti terhadap dirinya sendiri sekalipun ia berdalih. (Ayat:5-15) Janganlah dirimu tergesa-gesa mempergunakan lidahmu terhadap hal demikian, sungguh Kami yang menyusun serta menyelesaikan hal demikian; apabila Kami telah menyelesaikan hal demikian maka ikutilah bacaan tersebut, dan merupakan tanggung jawab Kami mengenai penjelasannya. (Ayat:16-19) Maka jangan demikian, sebenarnya kalian mencintai hal fana serta melalaikan Akhirat, pada Hari itu terdapat wajah-wajah penuh suka cita, wajah-wajah itu memandang ke arah Tuhan mereka; bahwa pada Hari itu pula terdapat wajah-wajah murung sebab meyakini segera dihadapkan dengan berbagai kepedihan. (Ayat:20-25)

Rozi Irfan R - QS Al Mursalat 21 Aug 2020

Surah Al-Mursalat (bahasa Arab:المرسلات) adalah surah ke-77 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 50 ayat. Dinamakan Al Mursalaat yang berarti (Malaikat-malaikat) yang diutus diambil dari kata Al Mursalaat yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Demi golongan yang diutus untuk membawa kebaikan seraya terbang kencang serta menebarkan, lalu menyebar luas maupun mengabarkan pengajaran, untuk himbauan ataupun peringatan; bahwasanya perkara yang telah dijanjikan kepada dirimu pasti terlaksana. (Ayat:1-7) Tatkala bintang-bintang meredup, serta tatkala langit terbelah, serta tatkala gunung-gunung dihancurkan menjadi debu, serta tatkala para Rasul dihadirkan; sampai hari apakah perkara yang demikian ditangguhkan? sampai Hari Keputusan; maka tahukah kamu apakah Hari Keputusan itu? celakalah golongan pembantah pada Hari itu. (Ayat:8-15) Bukankah Kami yang telah memunahkan generasi terdahulu? lalu Kami ganti generasi tersebut dengan generasi pengganti; seperti itulah Kami memperlakukan golongan berdosa. (Ayat:16-18) Celakalah golongan pembantah pada Hari itu! Bukankah Kami yang telah menciptakan kalian berbahan air yang hina? kemudian Kami tempatkan hal demikian dalam sebuah tempat yang kokoh, sampai keadaan yang telah ditentukan, lalu Kamilah yang menetapkan, maka Kami merupakan sebaik-baik yang menetapkan. Celakalah golongan pembantah pada Hari itu! Bukankah Kami yang menyediakan bumi sebagai tempat perkumpulan antara golongan yang hidup dengan golongan yang mati? dan Kami jadikan disana, gunung-gunung yang menjulang tinggi, serta Kami beri minuman untuk kalian dengan air yang tawar? (Ayat:19-27) Celakalah golongan pembantah pada Hari itu! : "Bersegeralah kalian mendapatkan Azab yang dahulunya kalian bantah! biarlah kalian merasakan kurungan yang mempunyai tiga cabang, yang tidak melindungi, tidak pula menghindarkan kobaran api." Sesungguhnya tempat itu melontarkan nyala api sebesar istana, yang menyerupai iringan unta yang kuning. (Ayat:28-33) Celakalah golongan pembantah pada Hari itu! Inilah sebuah Hari ketika mereka tidak sanggup berdalih serta tiada diizinkan permintaan maklum untuk diri mereka, Celakalah golongan pendusta pada hari itu! inilah Hari Keputusan; Kami himpunkan kalian beserta generasi terdahulu. "Sekiranya kalian memiliki tipu daya, maka lakukan hal itu terhadap Aku" (Ayat:34-39) Celakalah golongan pembantah pada Hari itu! sedangkan kalangan bertaqwa berada dalam naungan teduh serta mata air kesejukan; serta disediakan buah-buah yang mereka ingini, : "Makan serta minumlah kalian dengan penuh bahagia atas hal-hal yang dahulu kalian kerjakan". bahwa demikianlah Kami memberi upah untuk golongan yang berbuat baik. (Ayat:40-44) Celakalah golongan pembantah pada Hari itu! :"Makanlah serta berfoya-foyalah kalian untuk sementara waktu, bahwa sungguh kalian memang golongan berdosa." celakalah golongan pembantah pada Hari itu! sungguh ketika dahulu diserukan kepada golongan tersebut: "patuhlah!" niscaya golongan tersebut tidak mau patuh; celakalah golongan pembantah pada Hari itu! maka terhadap hadits apa lagi, golongan tersebut mau beriman? (Ayat:45-50)

Rozi Irfan R - QS Al Insan 21 Aug 2020

Al-Insan ("Man") (alternative names: al-Dahr, "Endless time", Hal Ata, "Has There Not come") is the 76th chapter (surah) of the Quran with 31 verses (ayat). According to most scholars of the Islamic tradition, the chapter is a Medinan surah, i.e. it was revealed during the Medinan phase of Muhammad's prophethood. Some commentators say that verse 24 was an exception and was revealed in Mecca, and others say that verses 23–31 were revealed in Mecca. Yet others, a minority, say that the entire chapter was revealed in Mecca, thus classifying it as a Meccan surah.[1] Most Shia sources and some Sunni ones linked the revelation of the verses 5–22—which discuss "the pious" (al-abrar) and the rewards that await them[2]—to an experience of the family of Ali (Muhammad's son-in-law) and his wife Fatimah. According to this account, the family fasted for three days to fulfill a vow they had made. In each evening, when the family was about to break their fast, a needy person knocked on their door asking for food. The family gave food to each of them. The family had so little food that this charity meant that they had no food left and had only water for the evening. On the fourth day, Muhammad met with the family and saw them in dire hunger. According to the account, at this point Gabriel revealed the verses and congratulated Muhammad for having such a family. This account appears in several Quranic exegesis (tafsir), including Al-Qurtubi's Tafsir, Shaykh Tabarsi's Majma' al-Bayan and Mahmud al-Alusi's Ruh al-Ma'ani.[3]

Rozi Irfan R - QS Al Muddassir 21 Aug 2020

Surah Al-Muddassir (bahasa Arab:المدثّر) adalah surah ke-74 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah terdiri atas 56 ayat, diturunkan setelah surat Al Muzzammil. Dinamai Al Muddatstsir (Orang yang berkemul) diambil dari perkataan Al Muddatstsir yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Wahai orang yang berkemul, bangunlah lalu berilah peringatan! dan Tuhanmu, agungkanlah! dan pakaianmu, bersihkanlah! dan perbuatan dosa, tinggalkanlah! dan janganlah kamu meminjamkan untuk memperoleh lebih banyak; dan untuk Tuhanmu, bersabarlah! (Ayat:1-7) Ketika sangkakala ditiup, maka itulah sebuah Hari, yakni Hari yang Menyesak; bagi golongan kafir bukanlah perkara ringan. Biarlah Aku bertindak terhadap orang yang telah Kuciptakan sendiri; yakni orang yang telah Aku sediakan harta benda yang banyak beserta putra-putra yang menyertai, serta Kumudahkan penghidupan yang senyaman-nyamannya untuk orang itu; kemudian orang itu mendesak kepada Aku supaya menambah? Tidaklah demikian! sebab orang itu sebelumnya berkeras terhadap ayat-ayat Kami, kelak Kuhantamkan penderitaan menimpa orang itu. Sungguh orang itu telah mempertimbangkan dan menetapkan, maka cekalalah orang itu! bagaimanakah orang itu menetapkan? kemudian celakalah orang itu! bagaimanakah orang itu menetapkan? kemudian orang itu merenung sesudah itu seraya merengut serta jengkel, lalu orang itu berpaling seraya angkuh hingga orang itu mengatakan: "Tentulah ini tidak lain hanyalah sihir yang mengkhayal, ini tidak lain merupakan perkataan dari seorang manusia" kelak Kucampakkan orang itu ke Saqar. (Ayat:8-26)

Rozi Irfan R - QS Al Muzammil 21 Aug 2020

al-Muzzammil (Arabic: المزمل‎, “The Enshrouded One”, “Bundled Up”, “Enfolded”) is the seventy-third chapter (sūrah) of the Qur'an, containing 20 verses (āyāt), which are recognized by Muslims as the word of God (Allah). Al-Muzzammil takes its name from the reference to prophet Muhammad, in his cloak praying at night, in the opening verses of the chapter. Many commentators claim that “The Enfolded One” is a name for Muhammad, used throughout the Qur'an.[1] In the beginning of this surah, God prepares Muhammad for an important revelation. In preparation for this revelation, God loosens the strict regulation on night prayer. Muhammad is then instructed to be patient for the disbelievers will be punished in Hell, as exemplified by a story of Pharaoh's punishment.

Rozi Irfan R - QS Al Jinn 21 Aug 2020

Al-Jinn[1] (Arabic: الجن‎, “The Jinn”) is the 72nd chapter (sūrah) of the Quran with 28 verses (āyāt). The name as well as the topic of this chapter is jinn. Similar to angels, the jinn are beings invisible to the naked human eye. In the Quran, it is stated in more than one instance, that humans are created from the earth and jinn from smokeless fire. Although Al-Jinn is a Meccan surah, it is generally agreed that it was revealed much later than any other sura contained in Juz' Tabāraka -lladhi (which covers surahs 67 to 77). Abdullah Yusuf Ali says that it is "tolerably certain" that Al-Jinn was revealed around 2 B.H. when Muhammad was evangelising near present-day Ta'if.[2] Maulana Muhammad Ali agrees with the date of around 2 B.H., saying that this surah was revealed at a time when opposition to the Prophet's message was reaching a climax.[3]

Rozi Irfan R - QS Nuh 21 Aug 2020

Nuh (bahasa Arab: نوح, translit. Nūḥ‎, bahasa Ibrani: נֹחַ, Modern Nōaẖ Tiberias Nōaḥ) adalah tokoh dalam Al-Qur'an, Alkitab, dan Tanakh. Namanya disebutkan 43 kali dalam 28 surah di Al-Qur'an dan 58 kali dalam 48 ayat dalam 9 buku Alkitab Terjemahan Baru.[1] Dalam Islam, Nuh masuk dalam daftar 25 nabi dan berada di urutan ketiga setelah Adam dan Idris. Kitab suci menyebutkan bahwa manusia sudah banyak melakukan dosa pada masa Nuh. Allah kemudian menghukum mereka dengan mendatangkan air bah besar, sedangkan Nuh yang sebelumnya telah Allah perintahkan untuk membuat bahtera pada akhirnya selamat.

Rozi Irfan R - QS Ma'arij 21 Aug 2020

Surah Al-Ma'arij (Arab: المعارج, "Tempat-Tempat Naik") adalah surah ke-70 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 44 ayat. Dinamakan Al Ma’aarij yang berarti tempat naik diambil dari perkataan Al Ma’aarij yang terdapat pada ayat ke 3 surat ini. Para ahli tafsir memberikan beberapa penafsiran mengenai hal ini di antaranya langit, nikmat karunia dan derajat atau tingkatan yang diberikan Allah s.w.t kepada ahli surga.

Rozi Irfan R - QS Al Haqqah 21 Aug 2020

Surah Al-Haqqah (bahasa Arab:الحآقّة, "Hari Kiamat") adalah surah ke-69 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 52 ayat. Dinamakan Al Haaqqah yang berarti hari kiamat diambil dari perkataan Al-Haaqqah yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Kemutlakan, apakah Kemutlakan itu? dan tahukah dirimu tentang Kemutlakan itu? Samud serta 'Aad mendustakan sebuah Kemutlakan; Terhadap kaum Samud, mereka dipunahkan guntur yang mengguncang. Terhadap kaum 'Aad, mereka dipunahkan angin kencang yang menerjang mereka selama tujuh malam delapan hari secara terus menerus; hingga kamu mendapati mereka mati bergelimpangan serupa tunggul-tunggul pohon kurma yang layu, lalu apakah sekarang kamu melihat seorang pun dari mereka? dan sebagaimana Fir'aun serta umat-umat sebelumnya maupun kaum yang dijungkirbalikkan akibat kedurjanaan; yang mereka itu telah mendustakan Rasul Tuhan mereka sehingga Dia timpakan hukuman kepada mereka berupa Hantaman pedih. (Ayat:1-10) Bahwasanya Kamilah; tatkala air bah telah membanjiri, yang telah mengangkut kalian ke dalam sebuah bahtera, supaya Kami jadikan peristiwa itu sebagai peringatan untuk kalian; serta agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar. (Ayat:11-12) Tatkala sangkakala telah ditiup melalui sekali tiupan, dan diangkatlah bumi beserta gunung-gunung, lalu keduanya diremukkan sekali bentur, maka pada Hari itu terjadilah perkara yang mutlak, serta langit terbelah, sebab pada Hari itu langit dalam keadaan goyah. Serta para malaikat berada di berbagai penjuru langit; serta pada Hari itu terdapat delapan sosok menopang Arsy Tuhanmu yang berada di atas mereka. Pada Hari itulah kalian diperkarakan, tiada sesuatu pun dari keadaan kalian yang tersembunyi. Bahwasanya orang yang diserahkan kitabnya dari sebelah kanannya, maka orang tersebut berkata: "Inilah, bacalah kitabku.":"sungguh aku memahami bahwa aku pasti akan menghadapi perhitungan tentang diriku" lalu orang itu menempati alam kesejahteraan di Surga yang dimuliakan, yang buah-buahannya dekat,: "Makan dan minumlah dipenuhi suka cita disebabkan hal-hal yang telah kalian perbuat pada hari-hari terdahulu." Adapun orang yang diserahkan kitabnya dari sebelah kirinya, maka orang itu berkata: "Andai saja tidak diserahkan kitabku ini kepada diriku sehingga aku tidak menanggung perhitungan terhadap diriku, andai saja waktu yang telah berlalu sebagai akhir segala sesuatu, harta kekayaanku tiada lagi berguna untuk diriku, telah lenyap kuasaku terhadap diriku sendiri.": "Cengkeramlah orang itu lalu belenggulah kemudian campakkan orang itu menuju Gejolak Api lalu belitlah orang itu dengan rantai sepanjang tujuh puluh hasta; sebab dahulunya orang itu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Luhur, bahwa orang itu tidak tergugah untuk merawat golongan miskin; maka tiada seorang teman pun untuk dirinya disana pada hari ini, sungguh tiada makanan untuk orang itu selain nanah, tiada yang memakan hal tersebut selain orang-orang berdosa. (Ayat:13-37)

Rozi Irfan R - QS Al Qolam 21 Aug 2020

Surah Al-Qalam (Arab: القلم,"Kalam") adalah surah ke-68 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah, yang terdiri atas 52 ayat. Dinamakan Al Qalam’ yang berarti pena di ambil dari kata Al Qalam yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Surat ini dinamai pula dengan surat Nun (huruf nun) diambil dari perkataan ’’Nun’’ yang terdapat pada ayat 1 surat ini. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Nun, demi pena beserta hal yang mereka tulis; atas karunia Tuhanmu, kamu bukanlah orang gila; melainkan untuk dirimu sungguh disediakan upah yang tiada henti, serta dirimu merupakan sosok yang diagungkan, tentulah kelak kamu akan mengetahui, serta mereka pun akan mengetahui, siapa di antara kalian yang gila. (Ayat: 1-6) Bahwasanya Tuhanmu, Dialah Yang Maha Mengetahui siapa yang sesat terhadap JalanNya; serta Dialah Yang Maha Mengetahui tentang golongan yang terbimbing. (Ayat: 7) Maka janganlah kamu menuruti golongan yang mendustakan; mereka ingin supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak pula, serta janganlah kamu menuruti setiap orang yang memaki, orang yang melecehkan seraya berkeliaran menghambur ejekan, orang yang menghalangi kebajikan, orang yang melampaui batas serta penuh dosa juga keras kepala, demikianlah watak orang itu akibat mempunyai harta benda maupun anak-anak; apabila disampaikan kepada orang itu tentang ayat-ayat Kami, orang itu mengatakan: "riwayat orang dahulu." kelak akan Kami beri tanda pada belalainya. (Ayat:8-16)

Rozi Irfan R - QS Al Mulk 21 Aug 2020

Surah Al-Mulk (Arab: الملك,"Kerajaan") adalah surah ke-67 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surat Makkiyah, terdiri atas 30 ayat. Dinamakan Al Mulk yang berarti Kerajaan di ambil dari kata Al Mulk yang yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Surat ini disebut juga dengan At Tabaarak yang berarti Maha Suci. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Dipermuliakanlah Dia, Yang dalam TanganNya terdapat Kerajaan, Dialah Yang Maha Kuasa terhadap segala sesuatu, Yang menciptakan Maut beserta Kehidupan supaya Dia menguji kalian, siapakah dari kalian yang berperilaku paling baik, sungguh Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Pengampun; Yang telah menciptakan tujuh langit; bahwasanya dirimu tidak melihat pada ciptaan Yang Maha Pengasih, sesuatu hal yang tidak seimbang, maka pandanglah berulang-ulang, adakah kamu memandang sesuatu yang tidak seimbang? kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepada dirimu, dengan tiada menemukan suatu yang cacat; sementara penglihatanmu pun dalam keadaan lemah. Ketahuilah bahwa telah Kami hiasi langit yang dekat dengan berbagai bintang, serta Kami jadikan berbagai bintang itu sebagai alat-alat pengusir setan, serta telah Kami sediakan untuk mereka, Azab Neraka yang bergejolak. (Ayat:1-5)

Rozi Irfan R - QS An Naba' 18 Aug 2020

The News (Arabic: النبأ‎, an-nabaʼ, aka "The Tidings", "The Announcement") is the seventy-eighth chapter (surah) of the Quran. Its forty verses (ayat) are divided into two equal parts of twenty verses each. The first twenty verses discuss the wonders of the worldly creation (the earth, plants, the peace of night, the mountains and rain); Q78:1-5 Unbelievers shall yet learn the truth of the resurrection; 78:6-16 God the Creator and Preserver of all things. [Q78:17-20] describes Judgment-day scenes. The latter twenty verses are about the eternal wonders and horrors of the next world with the raging sinner (the Arabic root TGY "tageena" is used) being punished starkly opposed with the rewarding of dutiful believers (the Arabic root WQY "mutaqeena" is employed as a poetic parataxis to TGY) in paradise

Rozi Irfan R - QS An Naziat 18 Aug 2020

an-Nāziʻāt (Arabic: النازعات‎, “Those Who Pull Out”, in reference to “the angels who tear out the souls of the wicked”) is the seventy-ninth sura of the Qur'an with 46 ayat. Its name derived from the word wan-nazi‘at with which it opens. The root (n-z-‘) roughly means “to yank out with great force”,[2] although it can also mean “to yearn for” or “to yearn after”.[3]

Rozi Irfan R - QS Abasa 18 Aug 2020

Surah 'Abasa (bahasa Arab:عبس) adalah surah ke-80 dalam Al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 42 ayat. Dinamakan 'Abasa yang diambil dari kata 'Abasa yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Menurut riwayat, pada suatu ketika Rasulullah menerima dan berbicara dengan pemuka-pemuka Quraisy yang dia harapkan agar mereka masuk Islam. Dalam pada itu datanglah Ibnu Ummi Maktum, seorang sahabat yang buta yang mengharap agar Rasulullah membacakan kepadanya ayat-ayat Al Quran yang telah diturunkan Allah. Tetapi Rasulullah bermuka masam dan memalingkan muka dari Ibnu Ummi Maktum yang buta itu, lalu Allah menurunkan surat ini sebagai teguran atas sikap rasulullah terhadap ibnu Ummi Maktum itu.

Rozi Irfan R - QS At Takwir 18 Aug 2020

Sūrat at-Takwīr (Arabic: سورة التكوير‎, “The Overthrowing”, literally “The Turning Into a Sphere”) is the eighty-first sura of the Qur'an with 29 ayat. It tells about signs of the coming of the day of judgement. Some of these signs include the following: (a) When the sun is shrouded in darkness (turns into a sphere) (b) When the stars lose their light (c) When the mountains are made to vanish (d) When the seas boil over (e) when the she camel about to give birth is left untended.

Rozi Irfan R - QS Al Infitar 18 Aug 2020

Surah Al-Infitar (bahasa Arab:الانفطار) adalah surah ke-82 dalam al Qur'an. Surah ini terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan setelah surah An-Nazi'at. Al Infithaar yang dijadikan nama untuk surat ini adalah kata asal dari kata Infatharat (terbelah) yang terdapat pada ayat pertama. Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Ketika langit terbelah, dan ketika berbagai bintang disebarkan, dan ketika samudera meluap, dan ketika berbagai kuburan dibongkar, maka tiap-tiap diri akan memahami hal-hal yang telah ia lalui, maupun hal-hal yang telah ia lalaikan. Wahai manusia, apakah yang telah memikat dirimu daripada Tuhanmu Yang Maha Pengasih, yang telah menciptakan dirimu lalu merancang dirimu kemudian membentuk dirimu dalam keadaan yang Dia kehendaki; Dia menyelesaikan keadaan dirimu. Jangan demikian, sebenarnya kalian mengingkari Hari Penghakiman padahal sungguh pada diri kalian terdapat golongan yang mengawasi, golongan mulia yang menulis riwayat, mereka mengamati hal-hal yang kalian lakukan. Sungguh golongan berbakti akan tinggal dalam kemakmuran; sementara golongan durhaka tentu akan tinggal dalam Perapian yang membara, mereka akan dicampakkan pada Hari Penghakiman, serta mereka takkan bisa melarikan diri darisana. Dan tahukah kamu apakah Hari Penghakiman itu? maka tahukah kamu apakah Hari Penghakiman itu? sebuah Hari ketika seseorang tidak berdaya sedikitpun terhadap seorang lain; sementara Kehendak pada Hari itu berada pada Allah.

Rozi Irfan R - QS Al Mutafifin 18 Aug 2020

Surah Al-Tatfif (Arab: المطفّفي ,"Kecurangan") adalah surah ke-83 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 36 ayat. Dinamakan Al Muthaffifiin yang berarti Orang-orang yang curang di ambil dari kata Al Muthaffifiin yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Surat ini merupakan surat terakhir yang turun di Mekkah sebelum hijrah. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Celakalah golongan yang berlaku curang yang apabila memungut dari banyak orang, golongan itu minta dipenuhi, namun apabila golongan itu menakar bagi banyak orang, golongan itu merugikan, tidakkah golongan itu mempertimbangkan bahwa diri mereka akan dibangkitkan pada sebuah Hari yang menggemparkan; sebuah Hari ketika umat manusia berdiri menghadap Tuhannya semesta alam? maka jangan demikian, sebab sungguh catatan tentang golongan durhaka tercantum dalam Sijjin, maka tahukah kamu apa itu Sijjin? sebuah kitab yang terlindungi. Celakalah para pembantah pada Hari itu! yang membantah Hari Penghakiman, bahwa tiada yang membantah Hari Penghakiman selain orang berdosa yang berlaku sangat keji, yang apabila dibacakan kepada orang itu tentang ayat-ayat Kami, orang itu mengatakan: "riwayat-riwayat orang dahulu" tidak demikian, akan tetapi terdapat noda dalam kalbu orang-orang itu disebabkan hal-hal yang telah mereka perbuat, tidak demikian, pada hari itu orang-orang itu benar-benar dibelenggu oleh Tuhan mereka, kemudian orang-orang itu pasti akan dicampakkan ke dalam api yang bergejolak, kemudian diserukan: "Inilah yang dahulu kalian bantah." Sementara itu, ketahuilah bahwa catatan tentang golongan berbakti tercantum dalam 'Illiyyin. maka tahukah kamu apa itu 'Illiyyin? sebuah kitab yang terlindungi, yang dijaga oleh golongan dekat, sungguh golongan yang berbakti akan berada dalam kesejahteraan, berada di tahta-tahta sambil memandangi, kamu dapat mengetahui pancaran penuh keriangan dari wajah mereka, mereka diberi minum jenis khamar murni yang terlindungi, laknya adalah kesturi; bahwa untuk yang demikian itu hendaknya dicita-citakan bagi orang yang bercita-cita, serta campurannya adalah jenis tasnim, mata air yang diminum golongan yang dekat. Sungguh golongan yang berdosa merupakan golongan yang menertawakan orang-orang beriman, bahwa ketika orang-orang beriman melintas di hadapan mereka, golongan itu memandang rendah, bahwa ketika golongan yang berdosa itu kembali kepada kaumnya, golongan itu bersenda gurau, bahwa ketika mereka melihat orang-orang beriman, golongan itu mengatakan: "sungguh mereka itu benar-benar golongan sesat", padahal golongan itu tidak diutus untuk bertanggungjawab terhadap orang-orang tersebut; maka pada Hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan golongan yang kafir itu, ketika berada di tahta-tahta sambil memandangi, sungguh hal yang demikian ini membalas kepada golongan yang kafir atas hal yang dahulu mereka lakukan.

Rozi Irfan R - QS Inshiqoq 18 Aug 2020

al-Inshiqāq (Arabic: الانشقاق‎, “The Sundering”, “Splitting Open”) is the eighty-fourth chapter (sura) of the Qur'an with 25 ayat. It mentions details of the Day of Judgment when, according to the chapter, everyone will receive reckoning over their deeds in this world. The name of the chapter, Al-Inshiqaq, is a noun variously translated as "The Sundering", "The Bursting Asunder", "The Splitting Open", among others. This name comes from the first verse of the chapter which reads When the sky is rent asunder. The verse does not contain the word al-inshiqaq verbatim, but rather it contains a word of the same root. It is a reference to the destruction of the world at the end of days, which the chapter portend. Thematically, the chapter follows a day-of-judgement theme that is present in the preceding chapters, including Al-Infitar (the 82nd chapter) and Al-Mutaffifin (83rd). The chapter begins (verses 1 to 5) by mentioning events that will happen on the Day of Judgment, including the sundering of the sky and the flattening of all that is on earth. Verses 6 to 15 talk about the disparity between those who in that day will be "given [their] book in [their] right hand" and have a joyful reckoning, and those who will not. A series of oaths (verses 16—18) followed, and then another contrast between the fate of the believers and the unbelievers in the day of judgment.

Rozi Irfan R - QS Al Buruj 18 Aug 2020

Surat Al-Buruj (bahasa Arab:البروج) adalah surat ke 85 dalam Al Qur'an. Surat ini tergolong surat makiyyah yang terdiri atas 22 ayat. Dinamakan Al Buruuj yang berarti Gugusan bintang diambil dari perkataan Al Buruuj yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Demi langit yang dihuni gugusan-gugusan bintang, serta sebuah Hari yang telah ditetapkan, serta golongan yang menyaksikan maupun golongan yang disaksikan; Terkutuklah golongan yang mengadakan perangkap api yang disulut minyak pembakar, sewaktu mereka bersiaga, sementara mereka menyadari hal yang sedang mereka perbuat terhadap golongan yang beriman, bahwa mereka tidak menyakiti golongan tersebut melainkan karena golongan tersebut telah mengimani Allah, Yang Maha Perkasa, Maha Terpuji; Sang Penguasa Kerajaan langit maupun bumi. Dan Allah Maha Memperhatikan segala sesuatu. Sesungguhnya orang-orang yang mencobai golongan laki-laki yang beriman beserta golongan perempuan yang beriman; kemudian orang-orang itu tidak bertaubat maka tentulah kelak ditimpa Azab Jahannam, serta terdapat Azab membakar yang menimpa mereka. Sungguh orang-orang beriman serta memperbuat berbagai keshalehan, telah disediakan Surga yang di bawahnya dialiri sungai-sungai untuk mereka; demikianlah pencapaian yang sesungguhnya. Ketahuilah bahwa Hantaman Tuhanmu sungguh sangat menyakitkan, Ketahuilah bahwa Dialah Yang Merancang, serta yang mengulanginya, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Mengasihani, Penguasa Arsy yang Menakjubkan, Yang Melaksanakan hal-hal yang Dia kehendaki. Sudahkah sampai kepada dirimu tentang berbagai riwayat bala pasukan penentang dari Fir'aun serta Samud? sebenarnya orang-orang yang kafir berada dalam keadaan menentang, padahal Allah adalah Pemelihara mereka di balik diri mereka, bahkan hal yang mereka bantah merupakan sebuah Bacaan yang berharga dalam Loh yang Terlindungi.

Rozi Irfan R - QS At thariq 18 Aug 2020

Surah At-Tariq (bahasa Arab:الطّارق) adalah surah ke 86 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makiyah yang terdiri atas 17 ayat. Dinamakan At-Tariq yang berarti Yang datang di malam hari diambil dari perkataan Ath Thaariq yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Demi langit serta yang melesat, tahukah dirimu hal apakah yang melesat itu? sebuah bintang yang menyilaukan; Bahwasanya di setiap jiwa terdapat sosok pelindung maka hendaklah manusia memperhatikan dari apa ia tercipta? ia tercipta dari air yang tertumpah, yang keluar antara tulang belakang serta tulang rusuk; Sungguh Dia memiliki kuasa untuk mengembalikan hal demikian. Pada sebuah Hari ketika segala rahasia disingkapkan, kemudian tiada pembela, tiada pula penolong untuk manusia. Demi langit yang mempunyai penopang, serta bumi yang mempunyai celah-celah; sungguh hal demikian merupakan Firman yang menerangi; serta hal demikian bukanlah senda gurau. Sesungguhnya mereka merencanakan siasat, Aku pun merencanakan siasat pula, Oleh sebab itu tangguhkan golongan yang kafir itu, tangguhkan mereka untuk sementara waktu.

Rozi Irfan R - QS Al Ghasyiyah 18 Aug 2020

Surah Al-Ghasyiyah (bahasa Arab:الغاشية, al-Ġhāšiyäh, "Hari Pembalasan") adalah surah ke-88 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri atas 26 ayat. Dinamakan Al-Ghasyiyah yang berarti Hari Pembalasan diambil dari kata al-Ghasyiyah yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Yang dimaksud dengan "Hari Pembalasan" dalam surah ini adalah Hari Penghakiman. Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Sudahkah tersampaikan kepada dirimu tentang sebuah kabar yang menggemparkan? pada sebuah Hari ketika terdapat wajah-wajah yang tertunduk, serta letih, serta murung sewaktu memasuki Neraka yang membakar; serta disediakan minuman yang bersumber dari mata air yang sangat panas; bahwa orang-orang itu tiada memperoleh makanan selain pohon berduri, yang tidak dicerna serta tidak memenuhi rasa lapar. (Ayat: 1-7) Pada sebuah Hari ketika terdapat wajah-wajah bergembira, seraya merasa terpuaskan terhadap hal-hal yang telah diperbuat, berada dalam Surga yang dimuliakan, dirimu tidak akan mendengar ucapan yang sia-sia disana; bahwa disana disediakan sumber-sumber mata air yang terpancar, disana disediakan takhta-takhta kehormatan, serta gelas-gelas piala yang diserahkan, serta bantal-bantal sandaran yang berjajar, serta permadani-permadani yang terhampar. (Ayat:8-16) Tidakkah orang-orang itu mengamati unta, bagaimanakah makhluk itu diciptakan? demikian halnya langit, bagaimana hal yang demikian ditinggikan? demikian halnya pegunungan, bagaimana hal yang demikian ditancapkan? demikian halnya bumi, bagaimana hal yang demikian dihamparkan? (Ayat: 17-20) Maka peringatkanlah! sebab dirimu hanyalah seorang pemberi peringatan; dirimu bukanlah seorang yang bertanggung jawab terhadap orang-orang itu, akan tetapi barangsiapa yang berpaling seraya mengingkar, maka kelak Allah yang menyiksa orang itu dengan Malapetaka pedih; maka ketahuilah bahwa kewenangan Kami, tentang tempat kesudahan orang-orang itu, serta ketahuilah bahwa kewenangan Kami tentang perhitungan orang-orang itu. (Ayat:21-26

Rozi Irfan R - QS Al Fajr 18 Aug 2020

Surah Al-Fajr (bahasa Arab:الفجر, "Fajar") adalah surah ke-89 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 30 ayat. Dinamakan Al-Fajr yang berarti Fajar diambil dari perkataan Al-Fajr yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Demi fajar, dan malam yang sepuluh, dan yang genap maupun yang ganjil, dan malam apabila berlalu; dalam hal yang demikian itu terdapat penegasan bagi orang-orang yang mengerti. (Ayat:1-5) Apakah kamu tidak memperhatikan cara Tuhanmu bertindak terhadap 'Aad? Iram yang mempunyai bangunan-bangunan menjulang tinggi bahwa hal yang menyerupai demikian pun belum pernah didirikan di negeri lain; serta Tsamud yang membelah bebatuan besar di lembah; serta Fir'aun yang mempunyai pasak-pasak, yang mereka itu telah berlaku sewenang-wenang di dalam negeri sehingga mereka mengadakan banyak kekacauan disana, oleh sebab itu Tuhanmu menghantamkan Malapetaka kepada mereka; sungguh Tuhanmu adalah Yang Maha Mengawasi. (Ayat:6-14) Adapun manusia, ketika Tuhannya hendak menguji orang itu sehingga Dia muliakan orang itu serta Dia karuniakan kebaikan untuk orang itu, maka orang itu mengatakan: "Tuhanku telah memuliakanku" sedangkan ketika Tuhannya menguji orang itu dengan membatasi rezekinya maka orang itu mengatakan: "Tuhanku membenciku"; Tidak demikian, yang sebenarnya kalian tidak memuliakan anak yatim, bahwa kalian tidak bersegera memberi makan kaum miskin, bahwa kalian menghabiskan harta benda secara serakah; bahwa kalian mendambakan harta benda secara berlebihan; maka jangan demikian! Apabila bumi hancur berkeping-keping, sehingga hadirlah Tuhanmu diiringi para malaikat yang berkedudukan, bahwasanya pada Hari itu Jahannam diperlihatkan, pada Hari itu manusia akan tersadar akan tetapi untuk apa kesadaran baginya pada saat semacam itu, orang itu mengatakan: "Alangkah baiknya, sekiranya dahulu aku berjuang untuk kehidupan ini" maka pada Hari itu tiada yang menghantam sebagaimana HantamanNya, serta tiada yang membelenggu sebagaimana BelengguNya. (Ayat:15-26)"Wahai jiwa yang tenang! kembalilah kepada Tuhanmu disertai suka cita lagi diperkenan, maka masuklah bersama hamba-hambaKu, serta masuklah ke dalam SurgaKu." (Ayat:27-30)

Rozi Irfan R - QS Al Balad 18 Aug 2020

Surah Al-Balad (bahasa Arab: البلد) adalah surah ke-90 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 20 ayat. Dinamakan "Al-Balad" yang berarti Negeri diambil dari perkataan "Al-Balad" yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Yang dimaksud dengan kota dalam ayat ini ialah kota Mekkah. Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Aku bersumpah dengan negeri ini dan kamu yang tinggal di negeri ini dan demi orang tua beserta anaknya. Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam keadaan rapuh apakah ia menganggap bahwa tiada yang memelihara dirinya? ia menyatakan: "Aku telah menghabiskan harta yang banyak." Apakah ia menyangka bahwa tiada yang mengawasi dirinya? Bukankah Kami yang telah membentuk sepasang mata untuk dirinya sebuah lidah serta sepasang bibir serta Kami telah menunjukkan kepada dirinya dua pilihan, namun ia tak menempuh hal yang diutamakan tahukah kamu hal yang diutamakan itu? memerdekakan budak, atau memberi makanan pada hari kelaparan anak-anak yatim terdekat atau golongan miskin yang tak berdaya serta ia termasuk orang-orang yang beriman serta berteguh dalam kesabaran juga menjunjung kasih sayang. merekalah golongan kanan. Sedangkan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Kami, orang-orang itu merupakan golongan kiri orang-orang itu dikurung dalam Neraka.

Rozi Irfan R - QS Al Alaq 18 Aug 2020

Surah Al-'Alaq (bahasa Arab:العلق, "Segumpal Darah") adalah surah ke- 96 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 19 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Ayat 1 sampai dengan 5 dari surah ini adalah ayat-ayat Al-Quran yang pertama kali diturunkan, yaitu di waktu Nabi Muhammad bertafakur di gua Hira. Surah ini dinamai Al 'Alaq (segumpal darah), diambil dari perkataan Alaq yang terdapat pada ayat 2 surat ini. Surat ini dinamai juga dengan Iqra' atau Al Qalam. Perintah membaca lingkungan alam semesta untuk menemukan siapa sebenarnya Tuhan; tersurat dalam Surat Al alaq: manusia dijadikan dari segumpal darah; Allah menjadikan kalam sebagai alat mengembangkan pengetahuan;Janganlah manusia bertindak melampaui batas karena merasa dirinya serba cukup; ancaman Allah terhadap orang-orang kafir yang menghalang-halangi kaum muslimin melaksanakan perintah-Nya. Surat Al 'Alaq menerangkan bahwa Allah menciptakan manusia dari benda yang hina kemudian memuliakannya dengan mengajar membaca, menulis dan memberinya pengetahuan. Tetapi manusia tidak ingat lagi akan asalnya, karena itu dia tidak mensyukuri nikmat Allah itu, bahkan dia bertindak melampaui batas karena melihat dirinya telah merasa serba cukup. Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Bacalah, dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, yang mengajar (manusia) dengan pena, Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. Sekali-kali tidak! Sungguh manusia itu benar-benar melampaui batas, apabila melihat dirinya serba cukup. Sungguh, hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali(mu). Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang. Seorang hamba ketika dia melaksanakan sholat. Bagaimana pendapatmu jika dia (yang dilarang sholat itu) berada di atas kebenaran (petunjuk), atau dia menyuruh bertaqwa (kepada Allah)? bagaimana pendapatmu jika dia (yang melarang) itu mendustakan dan berpaling? Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)? Sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya (ke dalam Neraka), (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan dan durhaka. Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya), kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah (penyiksa orang-orang yang berdosa), sekali-kali tidak, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah serta dekatkanlah (dirimu kepada Allah).

Rozi Irfan R - QS Al Zalzalah 18 Aug 2020

Surah Az-Zalzalah (bahasa Arab:الزلزلة) adalah surat ke-99 dalam Al-Qur'an. Surat ini terdiri atas 8 ayat dan tergolong pada surat Madaniyah. Surat ini diturunkan setelah surah An-Nisa'. Nama Az-Zalzalah diambil dari kata Zilzaal yang berarti 'goncangan' dan terdapat pada ayat pertama surat ini. Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Apabila bumi diguncangkan hingga gempar, serta bumi mengeluarkan hal-hal yang terpendam dari dalamnya, sehingga manusia mengatakan: "Ada apa dengan ia?" pada Hari itu ia menjelaskan riwayatnya; karena sungguh Tuhanmulah yang kelak memerintahkan ia. Pada Hari itu umat manusia bermunculan dari kubur dalam keadaan berkelompok-kelompok, supaya diperlihatkan kepada mereka; berbagai amal mereka, barangsiapa yang memperbuat kebaikan seukuran zarrah, maka kelak orang itu akan mendapati hal tersebut, sedangkan barangsiapa yang memperbuat kejahatan seukuran zarrah, maka kelak orang itu akan mendapati hal tersebut.

Rozi Irfan R - QS Al Adiyat 18 Aug 2020

Surah Al-'Adiyat terdiri atas 11 ayat dan tergolong surah makkiyah, surat ini diturunkan setelah surah Al-'Asr. Nama Al 'Aadiyat diambil dari kata Al 'Aadiyaat yang artinya berlari kencang yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Pokok-pokok isinya: Ancaman Allah SWT kepada manusia yang ingkar dan yang sangat mencintai harta benda bahwa mereka akan mendapat balasan yang setimpal di kala mereka dibangkitkan dari kubur dan di kala isi dada mereka ditampakkan. Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Demi kuda perang yang berlari kencang terengah-engah, dan kuda yang memercikkan bunga api (dengan pukulan kuku kakinya), dan kuda yang menyerang (dengan tiba-tiba) pada waktu pagi, sehingga menerbangkan debu, lalu menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh. Sungguh, manusia itu sangat ingkar, (tidak bersyukur) kepada Tuhannya, dan sesungguhnya dia (manusia) menyaksikan (mengakui) keingkarannya; dan sesungguhnya cintanya kepada harta benar-benar berlebihan. Maka tidakkah dia mengetahui apabila apa yang di dalam kubur dikeluarkan, dan apa yang tersimpan di dalam dada dilahirkan? Sungguh, Tuhan mereka pada hari itu Mahateliti terhadap keadaan mereka.

Rozi Irfan R - QS Qari'ah 18 Aug 2020

Surah Al-Qari'ah (bahasa Arab:القارعة) adalah surah ke-101 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 11 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyyah, diturunkan sesudah surah Quraisy. Nama Al-Qari'ah diambil dari kata Al-Qari'ah yang terdapat pada ayat pertama, artinya menggebrak atau mengguncang, kemudian kata ini dipakai untuk nama hari kiamat. Pokok isi surah ini adalah kejadian-kejadian pada hari kiamat, yaitu manusia bertebaran, gunung berhamburan, amal perbuatan manusia ditimbang dan ancaman Neraka Hawiyah. Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Kegemparan, Apakah Kegemparan itu? Tahukah kamu apakah Kegemparan itu? sebuah hari ketika umat manusia menyerupai ngengat-ngengat yang bertebaran, dan gunung-gunung menyerupai bulu-bulu yang dihamburkan; Adapun orang yang perbekalannya berharga maka orang tersebut berada di alam kesejahteraan; Adapun orang yang perbekalannya sia-sia maka tempat kesudahannya adalah Hawiyah, tahukah kamu apa itu Hawiyah? Api yang sangat membara.

Rozi Irfan R - QS Al Asr 18 Aug 2020

Surah Al-'Asr (bahasa Arab: سورة العصر‎) adalah surah ke-103 dari al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri atas 3 ayat. Kata Al 'Ashr berarti waktu/masa dan diambil dari ayat pertama surat ini. Isi surat mengabarkan bahwa sesungguhnya semua manusia itu berada dalam keadaan merugi kecuali dia termasuk mereka yang selalu beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. 1.Demi masa, 2. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, 3.kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.

Rozi Irfan R - QS Al Humazah 18 Aug 2020

Surah Al-Humazah adalah surah ke-104 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 9 ayat dan tergolong pada surah Makkiyah. Kata Al Humazah berarti pengumpat dan diambil dari ayat pertama surat ini. Pokok isi surat ini adalah ancaman Allah terhadap orang-orang yang suka mencela orang lain, suka mengumpat dan suka mengumpulkan harta tetapi tidak menafkahkannya di jalan Allah. Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Celakalah setiap pengumpat yang mencela, yang mengumpulkan serta mempersalahkan, orang itu menganggap hal tersebut mengekalkan dirinya, tidak demikian! sesungguhnya orang itu pasti akan dimasukkan ke dalam Huthamah, maka tahukah kamu apa itu Huthamah? Api Allah yang bergejolak, seraya membakar hingga ke dalam nurani, sungguh itulah naungan orang-orang itu, dalam terali yang membentang.

Rozi Irfan R - QS Al Fil 18 Aug 2020

Surah Al-Fil adalah surah ke-105 dalam al-Qur'an dan terdiri atas 5 ayat. Surah ini tergolong pada surah Makkiyah. Nama Al Fiil sendiri berarti Gajah yang diambil dari ayat pertama dari surat ini. Topik surat ini adalah kisah gagalnya usaha penghancuran Ka'bah oleh Abrahah (raja yaman) dan 60.000 tentaranya, dalam tentara tersebut termasuk diantaranya 13 gajah (atau 9 dalam versi lain). Tahun terjadinya peristiwa ini juga dicatat dalam sejarah Islam sebagai Tahun Gajah. Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia? dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar, sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

Rozi Irfan R - QS Al Kaustar 18 Aug 2020

Surah Al-Kafirun (bahasa Arab:الكافرون) adalah surah ke-109 dalam al-Qur'an. Surat ini terdiri atas 6 ayat dan termasuk surat Makkiyah. Nama Al Kaafiruun (orang-orang kafir) diambil dari kata yang muncul pada ayat pertama surat ini. Pokok isi surat ini adalah tidak diizinkannya kompromi dalam bentuk mencampuradukkan ajaran agama. Pada masa penyebaran Islam di Mekkah, kaum Quraisy yang menentang Rasulullah SAW tak henti-hentinya mencari cara untuk menghentikan ancaman Islam terhadap kepercayaan nenek moyang mereka. Pada salah satu upaya tersebut mereka berusaha mengajukan proposal kompromi kepada Rasulullah SAW di mana mereka menawarkan: jika Rasulullah mau memuja Tuhan mereka, maka merekapun akan memuja Tuhan sebagaimana konsep Islam. Kemudian surat ini diturunkan untuk mejawab hal itu. Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Katakanlah (Muhammad), "Wahai orang-orang kafir! aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah, dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah; Untukmu agamamu, dan untukku agamaku."

Rozi Irfan R - QS Al Kafirun 18 Aug 2020

Surah Al-Kafirun (bahasa Arab:الكافرون) adalah surah ke-109 dalam al-Qur'an. Surat ini terdiri atas 6 ayat dan termasuk surat Makkiyah. Nama Al Kaafiruun (orang-orang kafir) diambil dari kata yang muncul pada ayat pertama surat ini. Pokok isi surat ini adalah tidak diizinkannya kompromi dalam bentuk mencampuradukkan ajaran agama. Pada masa penyebaran Islam di Mekkah, kaum Quraisy yang menentang Rasulullah SAW tak henti-hentinya mencari cara untuk menghentikan ancaman Islam terhadap kepercayaan nenek moyang mereka. Pada salah satu upaya tersebut mereka berusaha mengajukan proposal kompromi kepada Rasulullah SAW di mana mereka menawarkan: jika Rasulullah mau memuja Tuhan mereka, maka merekapun akan memuja Tuhan sebagaimana konsep Islam. Kemudian surat ini diturunkan untuk mejawab hal itu. Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Katakanlah (Muhammad), "Wahai orang-orang kafir! aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah, dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah; Untukmu agamamu, dan untukku agamaku."

Rozi Irfan R - QS An Nasr 18 Aug 2020

Surah Al-Lahab atau Al-Massad adalah surat ke-111 dalam Al-Qur'an. Surat ini terdiri atas 5 ayat dan termasuk surat makiyyah. Nama surat ini diambil dari kata Al Lahab yang terdapat pada ayat ketiga surat ini yang artinya gejolak api. Pokok isi surat ini berisi tentang nasib salah seorang paman Rasulullah SAW yakni Abu Lahab beserta istrinya yang diancam dengan siksa neraka. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia! Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka). Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah). Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.

Rozi Irfan R - QS Al Ikhlas 16 Aug 2020

Surah Al-Ikhlas (Arab:الإخلاص, "Memurnikan Keesaan Allah") adalah surah ke-112 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 4 ayat dan pokok isinya adalah menegaskan keesaan Allah sembari menolak segala bentuk penyekutuan terhadap-Nya. Kalimat inti dari surah ini, "Allahu ahad, Allahus shamad" (Allah Maha Esa, Allah tempat bergantung), sering muncul dalam uang dinar emas pada zaman Kekhalifahan dahulu. Sehingga, kadang kala kalimat ini dianggap sebagai slogan negara Khilafah Islamiyah, bersama dengan dua kalimat Syahadat. Dalam beberapa hadits dikatakan bahwa Nabi Muhammad pernah bersabda bahwa pahala membaca sekali surah Al-Ikhlas sama dengan membaca sepertiga Al-Qur'an sehingga membaca 3 kali surah ini sama dengan mengkhatam Al-Qur'an. Kisah terkait hadits itu terekam dalam beberapa kisah. Seperti kisah ketika Nabi bertanya kepada sahabatnya untuk mengkhatam Al-Qur'an dalam semalam. Umar menganggap mustahil hal itu, namun begitu Ali menyanggupinya. Umar kemudian menganggap Ali belum mengerti maksud Nabi karena masih muda. Ali kemudian membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 3 kali dan Nabi Muhammad membetulkan itu. Dalam hadits-hadits terkait hal ini, keutamaan surah Al-Ikhlas sangat memiliki peran dalam Al-Qur'an sehingga sekali membacanya sama dengan membaca sepertiga Al-Qur'an. Riwayat Anas bin Malik juga merekam kisah berkaitan surah Al-Ikhlas yaitu di mana 70.000 malaikat diutus kepada seorang sahabat di Madinah yang meninggal hingga meredupkan cahaya matahari. 70.000 malaikat itu diutus hanya karena ia sering membaca surah ini. Dan karena banyaknya malaikat yang diutus, Anas bin Malik yang saat itu bersama Nabi Muhammad di Tabuk merasakan cahaya matahari redup tidak seperti biasannya di mana kemudian malaikat Jibril datang memberitakan kejadian yang sedang terjadi di Madinah.

Rozi Irfan R - QS Al Falaq 16 Aug 2020

Surah Al-Falaq (bahasa Arab: سورة الفلق‎) adalah surah ke-113 dalam Al-Qur'an. Nama Al-Falaq diambil dari kata Al-Falaq yang terdapat pada ayat pertama surah ini yang artinya waktu subuh dan terdiri dari 5 ayat. Surat ini tergolong surah Makkiyah. Inti dari Surah ini adalah perintah agar umat manusia senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT menghadapi segala keburukan yang tersembunyi. Aisyah menerangkan: bahwa Rasulullah s.a.w. pada setiap malam apabila hendak tidur, Dia membaca Surat Al-Ikhlas, Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas, ditiupkan pada kedua telapak tangan kemudian disapukan ke seluruh tubuh dan kepala. 'Uqbah bin' Amir menerangkan, ketika saya sesat jalan dalam suatu perjalanan bersama dengan Rasulullah s.a.w., Dia membaca Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas dan akupun disuruh Dia juga untuk membacanya Hubungan Surat Al Falaq dengan Surat An Naas Kedua-duanya sama-sama mengajarkan kepada manusia, hanya kepada Allah-lah menyerahkan perlindungan diri dari segala kejahatan. Surat Al Falaq memerintahkan untuk memohon perlindungan dari keburukan yang samar, sedang Surat An Naas memerintahkan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari segala kejahatan setan dari kaum jin dan manusia.

Rozi Irfan R - QS Annas 16 Aug 2020

Surah An-Nas (bahasa Arab: سورة الناس‎) adalah surah penutup (ke-114) dalam Al-Qur'an. Nama An-Nas diambil dari kata An-Nas yang berulang kali disebut dalam surah ini yang berarti manusia. Surah ini termasuk dalam golongan surah makkiyah terdiri dari 6 ayat. Isi surah adalah anjuran supaya manusia memohon perlindungan kepada Allah terhadap pengaruh hasutan jahat setan yang menyelinap di dalam diri. Ayat pertama hingga ketiga mengisyaratkan bahwa memuja dan mengagungkan Allah (sebagai tanda pengakuan sebagai hamba dan rasa hormat) adalah hal yang diperlukan sebelum memohon kepada Dia supaya dikasihani dan diberkati-Nya. Pada ayat keempat hingga terakhir memberi pelajaran bahwa segala dorongan jahat dalam diri manusia bukan berasal keinginan nafsu semata, melainkan nafsu yang dibisiki oleh Penghasut/setan, sebab pada dasarnya nafsu diciptakan bukan untuk melawan Kehendak Tuhan, sebagaimana hewan atau makhluk-makhluk kecil yang memiliki nafsu namun tidak melawan perintah Allah. Pemilik asli kejahatan dan perlawanan terhadap Allah adalah Iblis yang diwariskan kepada setan dan jin; yang merasuki manusia secara tak sadar apabila nafsu tidak dapat dikendalikan sehingga 'menular' di antara kedua golongan ini. Hasutan setan adalah penyebab utama manusia berpikir jahat, memiliki dendam, benci dan berlaku kejam terhadap manusia lain apabila nafsu telah terbujuk dan tergoda yang pada akhirnya menyebabkan kerugian pada diri sendiri dan orang yang disakiti hingga seluruh umat manusia (Nas). Oleh sebab itu teramat penting, untuk mengingat Surah ini apabila dada merasa sesak akibat keadaan sekitar atau masalah yang sedang dihadapi, sebab Tuhan akan selalu bersedia menjadi Pelindung dan Pemelihara kehidupan manusia, sebab Dia dijuluki Penguasa, Yang Kuasa atas segala kekuasaan untuk menciptakan Alam Semesta dan Memusnahkannya dalam sekejap mata demikian pula memberi ujian dan memberi pertolongan untuk siapa yang berkenan bagiNya. Surah ini adalah Surah terakhir dalam urutan mushaf Al-Qur'an menunjukkan bahwa kepentingan An-Nas atau umat manusia adalah tujuan akhir dari Al-Qur'an.

Dihina, dikatain, diejek, dicela, direndahkan, dikomentari, di omongin. 😭😭😭 11 Aug 2020

Yang namanya hinaan dan celaan pasti akan datang pada diri kita.. tapi bagaimana kita merespon itu adalah kunci dari segalanya. Ingatlah bahwa, didunia ini apapun yang bergerak pasti mencuri perhatian, apapun yang mencuri perhatian pasti akan dikomentari. Tetap semangat dan capai cita cita..

Ikhlas, Belajar ikhlas, Mencoba Ikhlas, Mencoba Ridho dan Tawadhu atas ketentuan Tuhan 11 Aug 2020

Menerima dengan kerelaan, kesadaran, ilmu.. mengilmui ikhlas agar mengetahui bahwa ikhlas itu tidak ada paksaan dan tekanan

Kemalasan, dan sebab sebuah kesuksesan. Padangan islam mengenai sebuah proses menuju kesuksesan 10 Aug 2020

Kadang kita sering bertanya tanya tentang kemalsan yang menimpa dan bagaimana cara mengatasinya. Dan apakah hasil itu lebih penting dari sebuah proses, kali ini kita akan bicara lebih mendalam terkait ini.

Podcast terkait